About this blog...

..terinspirasi masterpiece Prof DR Mubyarto (1938-2005) berjudul A Development Manifesto. Dalam risetnya, krisis moneter hanya berdampak kecil dalam perekonomian nasional. Di luar Jawa, ekonomi hanya kontraksi -1,9%. Sedangkan Jawa, sebagai laboratorium teknokrasi ekonomi mengalami -13,4% kontraksi. Selebihnya blog ini catatan perjalanan saja. Santai..

STEPS TO FREEDOM

1. Giat melaksanakan Amanat Penderitaan Rakyat 2. Dapat dipercaya, bersusila, dan berbudi luhur 3. Hemat cermat dan bersahaja 4. Pantang putus asa dalam menanggulangi kesukaran 5. Berjuang dengan rasa tanggung jawab dan gembira bisa berguna

Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Calvin, Asy'ari, dan Predestinasi

8 Ramadhan 1428 H

Predestinasi mengajarkan bahwa manusia telah diciptakan takdirnya oleh Tuhan sejak zaman tanpa permulaan (azali) mengenai nasibnya, termasuk apakah ia akan masuk surga atau neraka. Teori ini oleh Asy'ari disebut kasb. Kemudian oleh Asy'ari dilembagakan dalam pahamnya kaum Sunni.
Ujung-ujungnya teori predestinasi ini akan berhadapan dengan otonomi manusia sebagai makhluk di muka bumi yang ikut ambil bagian (andil) menentukan nasibnya sendiri. Baik Asy'ari maupun Calvin, keduanya menemui kesulitan tentang predestinasi Allah yang akan dihadapkan dengan otonomi manusia ini.
Kalau benar bahwa nasib sudah secara am ditentukan Allah, bukankah ini berarti setiap perbuatan salah atau dosa sebenarnya sudah ditentukan dari sononya? Lalu apa bedanya manusia dengan wayang atau lakon Unyil yang tindakan keduanya sudah ditentukan dalam buku dan script?
Kalau begitu si pembuat ceritera inilah sumber dosa. Jadi dalam predestinsi Allah, Tuhan pun adalah sumber dosa.
Tidak! begitu jawab Calvin. Dia bilang kepada kita bahwa rahasia dan perbuatan Allah tidak dapat dipahami oleh akal budi kita. Baginya "God works in a mysterious way". Syaikh Asy'ari bahkan mengatakan hal yang sama jauh sebelum Calvin dilahirkan. Keduanya memberi ruang pada konsep pertanggungjawaban manusia di kehidupan sesudah matinya.
Tentang kosep pertanggungjawaban, menarik sekali, bahwa biasanya pertanggungjawaban didahului oleh adanya hak dan kewajiban, yang merupakan konsekuensi dari suatu pemberian wewenang. Dalam audit, manajemen harus bertanggung jawab kepada stakeholders. Stakeholder ini menurutku ada tiga, pertama kepada pemegang saham, kedua lingkungan dan ketiga publik. Dua yang terakhir bisa melalui pintu "bayar pajak kepada negara". Pandanganku ini berdasar pada suatu asumsi bahwa negara merupakan kesatuan geopolitik antara lingkungan dan manusianya.
Predestinasi yang ekstreem adalah lain hal. Manusia tidak pernah diberi kewenangan oleh Tuhan, tidak punya hak dan kewajiban, tidak (boleh) punya pilihan. Oleh karena itu tidak perlu pertanggungjawaban, karena tuhan terlalu asyik bermain dengan mainan dan dirinya sendiri. Ini cuma gagasan. Masih bisa berubah.
Read more...

Rumi, Khomeini, dan Tahlil

7 Ramadhan 1428 H

Untuk menggapai Tuhan dan menyatu dengan-Nya, kita harus bisa melampaui apa-apa yang "bukan Tuhan". Betapapun itu Al-Quran, sajadah, masjid, dan atau sorban. Laa ilaha ilallah, tiada tuhan selain Tuhan (?).

Sepertinya benar apa kata Rumi lewat puisinya:
"Bergantung pada tali itu,
banyak yang telah jatuh ke sumur
Tak ada yang salah pada tali itu,
O..orang sesat
Hanyalah kamu yang tak ingin naik ke puncak juga"
Read more...
 

college campus lawn

wires in front of sky

aerial perspective

clouds

clouds over the highway

apartment for rent

hitsniffer

Template Modified and Brought to you by : Adii and ekonomirakyat.blogspot.com blogger templates